Warisan Budaya di Indonesia Kebutuhan Pelestarian

dew

UNESCO telah menunjukkan bahwa banyak bentuk warisan budaya takbenda berada dalam bahaya kepunahan. Oleh karena itu, pemerintah, organisasi non-pemerintah dan lokal didorong untuk menilai, melindungi dan memanfaatkan warisan nasional mereka untuk mempertahankan keragaman budaya dari semua negara, dalam tren keseluruhan globalisasi.

Dan bagi Indonesia untuk melindungi obyek yang terlibat dan untuk mencegah mereka dari yang diklaim oleh negara lain, harus memiliki warisan budaya pusat data. Damos Dumoli Agusman, Indonesia konsul umum di Frankfurt, Jerman, mengatakan di Jakarta, Jumat warisan budaya pusat data yang dibutuhkan tidak hanya untuk pengumpulan data atau pengarsipan tetapi juga untuk melindungi hak-hak intelektual properti di Indonesia.

“Pusat data diperlukan untuk melindungi warisan budaya dan hak kekayaan intelektual dan untuk mencegah mereka dari yang diklaim oleh negara lain,” kata Damos, yang Indonesia untuk menghadiri seminar nasional tentang hak kekayaan intelektual di Bandung, Jawa Barat, pada November 25-26, 2010.

Menurut Damos, seminar ini diselenggarakan bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, dan Organisasi Kepemilikan Intelektual Dunia (WIPO).Properti Intelektual Dunia Organisasi – diciptakan pada tahun 1967 untuk mendorong aktivitas kreatif, untuk mempromosikan perlindungan kekayaan intelektual di seluruh dunia – adalah salah satu dari 16 badan-badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menurut pendiri Wikipedia Jimmy Wales, WIPO saat ini memiliki 184 negara anggota, mengelola 24 perjanjian internasional, dan bermarkas di Jenewa, Swiss. WIPO secara resmi dibuat oleh Konvensi Pembentukan Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia, yang mulai berlaku pada tanggal 26 April 1970.

Berdasarkan Pasal 3 dari Konvensi ini, WIPO berusaha untuk “mempromosikan perlindungan kekayaan intelektual di seluruh dunia.” WIPO menjadi badan khusus PBB pada tahun 1974. Oleh karena itu Damos mengatakan Indonesia telah bekerja sama dengan WIPO dalam upaya untuk melindungi dan melestarikan warisan budaya nasional melalui peningkatan kapasitas dan transfer teknologi.

Indonesia item warisan budaya yang telah diakui oleh UNESCO termasuk Batik, alat (Angklung musik tradisional yang terbuat dari bambu, Wayang (boneka tradisional Jawa menampilkan drama dalam bayangan), Gamelan (tradisi perkusi alat musik dari f Bali dan Jawa). Pada bulan Oktober 2009 , UNESCO secara resmi mengakui Batik sebagai harta budaya Indonesia.

Selama pertemuan Komite Antar Pemerintah Warisan Takbenda, yang diselenggarakan dari 28 September-2 Oktober 2009 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, UNESCO dipublikasikan keputusannya untuk mengakui Batik sebagai ciri khas yang unik dari warisan Indonesia. Pada bulan Februari 2010, UNESCO diberikan Indonesia empat sertifikat, tiga yang menyatakan bahwa ia mengakui tiga warisan budaya takbenda dan satu menyatakan pengakuannya atas upaya negara untuk melestarikan budayanya.

Ketiga warisan budaya takbenda adalah batik, metode kain dekorasi dengan teknik pewarnaan khusus memproduksi pola tertentu, wayang, sebuah wayang tradisional wayang, dan keris, belati upacara adat.Sertifikat tersebut secara simbolis diserahkan oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, untuk Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik dan Menko Kesejahteraan Umum Menteri Agung Laksono.

Setelah penghargaan diberikan, Agung mengatakan, negara harus melestarikan warisan untuk mencegah pengakuan dari ditarik. Kemudian pada Sidang kelima Komite Antar-Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda (IGC-ICH) di Nairobi, Kenya, pada 17 Nop 2010, UNESCO memutuskan untuk memasukkan angklung dalam daftar warisan budaya takbenda.

Angklung sekarang bergabung dengan wayang (teater boneka bayangan Jawa), keris (belati seremonial Jawa) dan batik di antara wakil-wakil Indonesia dalam daftar. I Gusti Ngurah Putra, juru bicara Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, mengatakan, pemerintah menyambut baik pengakuan yang diberikan oleh UNESCO.

“Alasan angklung itu tertulis ke Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Manusia adalah karena memiliki nilai-nilai filosofis yang mendalam bagi kemanusiaan, seperti kerjasama, rasa hormat dan keharmonisan sosial,” katanya.

Selain empat item Indonesia sekarang menawarkan pada daftar warisan budaya takbenda, negara itu juga memiliki tujuh situs dalam daftar UNESCO situs warisan dunia.

Tiga dari mereka – monumen Borobudur, Candi Prambanan kompleks dan situs Sangiran manusia awal, semua di Jawa Tengah – berada di daftar warisan budaya dunia. Empat lainnya – Komodo, Lorentz dan Ujung Kulon taman nasional, serta Warisan Hutan Tropis Sumatera – yang terdaftar sebagai warisan dunia alami.

Dalam terang dari semua ini, Damos Dumoli Agusman mengatakan semua elemen di Indonesia harus menyadari pentingnya pengarsipan dan warisan budaya nasional.

“Kita harus mulai menyadari pentingnya pengarsipan benda budaya nasional kita untuk membuat negara lain berpikir dua kali sebelum ingin mengklaim mereka,” kata Damos.

Dia mengatakan, pemerintah saat ini sedang mengumpulkan data nasional item warisan budaya dari Sabang sampai Merauke dengan menggunakan metode WIPO.

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s